Harga jasa pembuatan website di Indonesia berkisar antara Rp500.000 hingga lebih dari Rp50 juta, tergantung jenis website, fitur yang dibutuhkan, dan siapa yang mengerjakan. Tapi nominal saja tidak cukup untuk membuat keputusan yang tepat.
Yang lebih penting dari tahu kisaran harganya adalah memahami apa yang Anda dapat di setiap kisaran harga tersebut dan apa yang tidak Anda dapat. Banyak bisnis yang membayar terlalu mahal untuk website yang biasa-biasa saja, atau terlalu murah lalu kecewa dengan hasilnya.
Panduan ini ditulis dari pengalaman langsung kami menangani puluhan proyek website bisnis di berbagai industri. Tujuannya satu: membantu Anda membuat keputusan yang tepat sebelum keluar uang.

Kisaran Harga Jasa Buat Website di Indonesia (2026)
Sebelum membahas detail, ini gambaran besar kisaran harga berdasarkan jenis website yang paling umum diminta bisnis di Indonesia:
| Jenis Website | Kisaran Harga | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Landing Page Sederhana | Rp500.000 – Rp1,5 juta | Bisnis baru, satu kampanye iklan |
| Company Profile | Rp1,5 juta – Rp5 juta | Bisnis yang butuh kredibilitas online |
| Website + Blog/SEO | Rp2 juta – Rp7 juta | Bisnis yang mau traffic organik |
| E-Commerce | Rp5 juta – Rp25 juta | Toko online dengan katalog produk |
| Custom / Enterprise | Rp15 juta – Rp100 juta+ | Platform kompleks, startup, SaaS |
Angka-angka di atas adalah kisaran pasar, bukan harga pasti. Harga aktual sangat bergantung pada faktor-faktor yang akan dijelaskan di bagian berikutnya.
Angka-angka di atas adalah kisaran pasar, bukan harga pasti. Harga aktual sangat bergantung pada faktor-faktor yang akan dijelaskan di bagian berikutnya.
Yang Biasanya Sudah Termasuk di Harga Paket Standar
Sebagian besar penyedia jasa website menyertakan hal-hal berikut dalam paket standar mereka:
- Domain dan hosting 1 tahun pertama
- Desain tampilan halaman
- Instalasi dan konfigurasi WordPress (atau platform lain)
- Optimasi SEO on-page dasar
- Integrasi tombol WhatsApp dan Google Maps
- Versi mobile (responsive)
- Periode support pasca-launch
Yang tidak selalu termasuk dalam paket standar ini dan sering jadi kejutan di kemudian hari akan dibahas di section tersendiri nanti.
7 Faktor yang Menentukan Harga Jasa Buat Website
Ini yang paling banyak tidak dipahami calon klien. Dua website dengan tampilan yang mirip bisa punya harga yang sangat berbeda. Berikut alasannya.
1. Jenis dan Kompleksitas Website
Landing page 1 halaman berbeda jauh dari website e-commerce dengan ratusan produk, filter kategori, keranjang belanja, dan integrasi payment gateway. Semakin kompleks fungsi yang dibutuhkan, semakin mahal harga jasanya, dan itu wajar.
Pertanyaan pertama yang selalu harus Anda jawab sebelum minta penawaran: website ini mau dipakai untuk apa? Jawaban yang jelas akan menghasilkan penawaran harga yang jauh lebih akurat.
2. Jumlah Halaman
Semakin banyak halaman yang akan dibuat, semakin lama waktu pengerjaan, dan semakin mahal harganya. Website company profile dengan 5 halaman (Home, Tentang (about us), Layanan, Portofolio, Kontak) jauh lebih cepat dikerjakan dibanding website yang sama dengan 15 halaman plus blog.
Saat meminta penawaran, sebutkan berapa halaman yang Anda butuhkan, karena ini salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi harga.
3. Desain: Custom vs Template
Ada perbedaan besar antara website yang dibangun di atas template siap pakai (Rp100rb–Rp300rb di marketplace template) dengan website yang didesain dari nol sesuai identitas brand Anda.
Template lebih murah dan lebih cepat pengerjaannya, tapi Anda berbagi tampilan dengan ribuan website lain. Desain custom lebih mahal, tapi hasilnya unik dan biasanya jauh lebih efektif dalam membangun brand yang kuat dan berbeda dari kompetitor.
4. Fitur Tambahan
Setiap fitur di luar standar punya biaya pengembangannya sendiri:
- Formulir multi-langkah, lebih mahal dari formulir biasa
- Payment gateway (Midtrans, Xendit), butuh konfigurasi khusus
- Member area / login, pengembangan signifikan
- Sistem booking / jadwal, logika backend yang kompleks
- Multilingual, setiap bahasa tambahan butuh waktu ekstra
- Live chat custom, integrasi pihak ketiga
Kalau budget terbatas, prioritaskan fitur website yang paling langsung berdampak pada bisnis Anda. Sisanya bisa ditambahkan setelah website live.
5. Platform yang Digunakan
WordPress adalah pilihan paling umum dan paling fleksibel untuk mayoritas bisnis. Biayanya relatif terjangkau, mudah dikelola sendiri setelah jadi, dan ekosistemnya besar.
Webflow lebih mahal dari sisi biaya langganan, tapi menghasilkan desain yang lebih premium dan performa lebih baik untuk website yang berat secara visual.
Custom code (React, Next.js, Laravel) adalah yang paling mahal karena sepenuhnya dibangun dari nol, biasanya hanya dibutuhkan untuk web app atau platform dengan logika bisnis yang sangat spesifik.
Untuk 90% bisnis di Indonesia, WordPress adalah pilihan yang paling masuk akal dari sisi harga dan kemudahan jangka panjang.
6. Siapa yang Mengerjakan
Ada tiga pilihan utama di pasar:
Freelancer: biasanya lebih murah, mulai dari Rp500.000 untuk landing page sederhana. Cocok untuk proyek kecil dengan scope yang jelas. Risikonya: kualitas sangat bervariasi, support pasca-launch tidak selalu ada, dan kalau ada masalah di tengah jalan, tidak ada backup.
Digital agency: harga lebih tinggi, tapi prosesnya lebih terstruktur, ada tim yang bisa diandalkan, dan umumnya ada support jangka panjang. Cocok untuk bisnis yang butuh website yang benar-benar bekerja, bukan sekadar ada.
Perusahaan IT besar: paling mahal, biasanya untuk proyek enterprise dengan requirement teknis yang kompleks dan volume besar.
Pilihan mana yang terbaik bukan soal mana yang paling murah, tapi mana yang paling sesuai dengan kompleksitas kebutuhan Anda.
7. Layanan Tambahan yang Disertakan
Dua penawaran dengan harga berbeda bisa sebenarnya menawarkan nilai yang sama atau sangat berbeda tergantung apa yang disertakan.
Perhatikan apakah harga yang ditawarkan sudah termasuk:
- Copywriting (penulisan teks halaman) atau Anda yang harus siapkan sendiri
- Foto dan aset visual, atau Anda yang harus sediakan
- SEO on-page yang benar, atau sekadar install plugin SEO
- Artikel blog, atau hanya struktur blog tanpa konten
- Support berapa bulan, dan apa yang di-cover oleh support tersebut

Freelancer vs Agensi: Mana yang Lebih Worth It?
Ini pertanyaan yang sering muncul, dan jawabannya tidak hitam-putih.
Kelebihan dan Kekurangan Freelancer
Kelebihan: harga lebih terjangkau, komunikasi lebih personal dan langsung, biasanya lebih fleksibel soal scope dan timeline.
Kekurangan: tidak ada tim backup kalau freelancer-nya sakit, liburan, atau tiba-tiba tidak bisa dihubungi, proyek Anda otomatis terhenti. Kualitas hasil sangat bervariasi karena tidak ada standar tim. Support pasca-launch sering tidak jelas batas dan durasinya.
Cocok untuk: bisnis yang baru mulai dengan budget sangat terbatas, proyek kecil dengan scope sederhana yang sudah sangat jelas dari awal.
Kelebihan dan Kekurangan Agensi
Kelebihan: proses terstruktur dan bisa diprediksi, ada tim yang bisa saling backup, standar kualitas lebih konsisten, dan biasanya ada SLA yang jelas untuk support.
Kekurangan: harga lebih tinggi, dan untuk agensi yang sudah besar, Anda mungkin tidak mendapat perhatian personal yang sama seperti dari freelancer.
Cocok untuk: bisnis yang serius ingin website yang benar-benar bekerja jangka panjang, atau yang tidak punya waktu untuk bolak-balik menemukan vendor baru kalau ada masalah.
Panduan Praktis Memilih
Budget Rp5 juta ke atas — agensi adalah pilihan yang lebih aman dan hasilnya biasanya lebih terstruktur.
Budget di bawah Rp1 juta — freelancer, tapi selektif. Lihat portofolio nyata, bukan sekadar testimoni.
Budget Rp1,5 juta – Rp5 juta — ini range di mana agensi kecil yang terpercaya sebenarnya sangat kompetitif. Worth it untuk consider.
Biaya yang Sering Tidak Diceritakan Vendor
Ini bagian yang paling jujur, dan yang paling jarang ada di artikel lain. Sebagai orang yang bekerja di industri ini, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu sebelum deal:
Biaya Domain dan Hosting (Biaya Berulang)
Domain dan hosting 1 tahun biasanya sudah termasuk di paket. Tapi setelah tahun pertama habis, Anda harus perpanjang sendiri. Biayanya:
- Domain .com: sekitar Rp200.000–Rp250.000/tahun
- Domain .id: sekitar Rp250.000–Rp550.000/tahun
- Hosting shared: Rp300.000–Rp1.000.000/tahun tergantung provider dan paket
- Hosting VPS (untuk traffic lebih besar): Rp1.000.000–Rp2.500.000/bulan
Pastikan Anda tahu setelah kontrak dengan vendor selesai, siapa yang pegang akses domain dan hosting dan apakah transfer akses ke Anda mudah dilakukan.
Biaya Maintenance dan Update
Website bukan aset sekali beli yang tidak perlu disentuh lagi. WordPress butuh update rutin (core, plugin, theme) agar tidak vulnerable atau rentan terhadap serangan hacking. Siapa yang handle ini setelah masa support habis?
Beberapa agensi menawarkan paket maintenance bulanan (biasanya Rp500.000–Rp1.000.000/bulan). Ini worth it untuk bisnis yang tidak punya kapasitas teknis internal.
Biaya Konten dan Copywriting
Kebanyakan vendor menyediakan struktur website tapi bukan isi website. Artinya Anda harus menyiapkan sendiri: teks setiap halaman, deskripsi layanan, about us, foto produk, dan seterusnya.
Kalau Anda tidak punya kemampuan menulis yang kuat, pertimbangkan untuk minta vendor menyertakan copywriting atau hire copywriter terpisah. Teks yang bagus sering lebih menentukan konversi daripada desainnya.
Biaya Revisi di Luar Scope
Perubahan kecil seperti ganti warna atau teks biasanya tidak dipermasalahkan. Tapi kalau Anda minta perubahan struktur layout, penambahan halaman, atau fitur baru setelah desain sudah disetujui, kebanyakan vendor akan charge biaya tambahan.
Solusinya sederhana: putuskan sebanyak mungkin hal sebelum pengerjaan dimulai, bukan setelah melihat hasilnya.
Tips Agar Tidak Salah Pilih Jasa Buat Website
Setelah tahu berapa harganya dan apa saja faktornya, ini panduan praktis agar Anda tidak menyesal setelah deal.
1. Minta Portofolio, Bukan Sekadar Testimoni
Testimoni mudah dipalsukan. Portofolio tidak bisa. Minta URL website yang sudah live, bukan sekadar screenshot. Kemudian cek sendiri:
- Seberapa cepat loadingnya? (Pakai Google PageSpeed Insights)
- Apakah tampil bagus di HP?
- Apakah navigasinya intuitif?
Kalau vendor tidak punya portofolio yang bisa Anda akses secara live, itu tanda bahaya.
2. Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Deal
Sebelum setuju apapun, pastikan Anda tahu jawaban dari:
- Apa saja yang termasuk dan tidak termasuk di harga ini?
- Berapa lama waktu pengerjaannya?
- Berapa kali revisi yang diperbolehkan?
- Setelah selesai, siapa yang pegang akses domain, hosting, dan admin WordPress?
- Support berapa lama, dan apa yang di-cover?
Kalau ada yang ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pertimbangkan ulang.
3. Hati-Hati dengan Harga yang Terlalu Murah
Website Rp300.000 hampir pasti artinya template siap pakai yang dipasang dalam satu jam, tanpa optimasi SEO, tanpa desain custom, tanpa support. Untuk bisnis yang serius, ini bukan investasi yang bagus, ini buang waktu karena sebentar lagi Anda akan butuh bikin ulang.
Murah boleh, tapi ada batas bawah di mana “murah” sudah berubah jadi “merugikan”.
Minimal harga di kisaran Rp300.000 dapat dipastikan menggunakan template siap pakai, dan juga hosting dengan kualitas rendah.
4. Pastikan Aset Digital Jadi Milik Anda
Setelah proyek selesai, domain, hosting, kode, dan desain harus sepenuhnya jadi milik Anda. Bukan milik vendor dengan akses yang bisa mereka cabut kapan saja.
Ini kelihatan sepele tapi sering jadi masalah, terutama kalau Anda berpisah dengan vendor dengan tidak baik-baik.
5. Tanya Soal Support Pasca-Launch
Berapa bulan? Apa yang di-cover? Hanya bug, atau juga update konten dan pertanyaan teknis? Apakah ada biaya tambahan kalau butuh bantuan setelah masa support habis?
Berapa Budget yang Ideal untuk Website Bisnis Anda?
Pertanyaan akhirnya bukan “berapa harga jasa buat website”, tapi “berapa yang harus saya anggarkan untuk bisnis saya?”
Baru Mulai, Budget Terbatas: Rp1 – Rp2 Juta
Di range ini, Anda bisa mendapatkan website company profile sederhana yang layak dengan 5 halaman, desain yang rapi (mungkin berbasis template yang dikustomisasi), dan SEO on-page dasar.
Yang perlu dikompromikan: desain custom penuh, fitur tambahan, dan copywriting. Yang tidak boleh dikompromikan: domain sendiri (bukan subdomain gratis), hosting yang stabil, dan akses penuh ke semua aset setelah selesai.
Bisnis Berkembang, Butuh Serius: Rp2 Juta – Rp7 Juta
Ini sweet spot untuk mayoritas bisnis UKM dan profesional di Indonesia. Di range ini, Anda seharusnya bisa mendapatkan:
- Desain yang benar-benar mencerminkan brand Anda
- 8–12 halaman termasuk blog
- SEO on-page yang dikerjakan dengan benar, bukan sekadar plugin
- Beberapa artikel awal untuk memulai strategi konten
- Support minimal 12 bulan
Siap Investasi Lebih: Rp10 Juta ke Atas
Di range ini biasanya sudah masuk wilayah e-commerce, website dengan fitur custom, atau platform yang dibangun untuk jangka panjang dengan traffic tinggi. Worth it kalau website memang jadi aset bisnis utama yang langsung berdampak pada revenue.
FAQ: Pertanyaan Seputar Harga Jasa Buat Website
Apakah bisa bikin website sendiri gratis tanpa bayar vendor?
Bisa, dengan platform seperti WordPress.com (gratis), Wix, atau Google Sites. Tapi ada konsekuensinya: domain Anda akan berupa subdomain (contoh: bisnis.wordpress.com), tampilan terbatas, dan kemampuan SEO sangat terbatas. Untuk bisnis yang serius, ini bukan pilihan yang ideal dalam jangka panjang.
Website gratis seperti Wix cukup untuk bisnis?
Untuk validasi awal atau bisnis yang sangat baru, mungkin cukup. Tapi begitu Anda serius ingin tampil profesional dan ditemukan di Google, Wix versi gratis punya banyak keterbatasan, mulai dari sisi SEO, kustomisasi, dan kredibilitas domain. Bisnis yang mau tumbuh butuh fondasi yang lebih solid.
Berapa lama waktu pengerjaan website?
Landing page sederhana bisa selesai dalam 2–3 hari kerja. Website company profile standar 5–7 hari kerja. E-commerce dengan fitur lengkap bisa 2–4 minggu. Estimasi ini sangat bergantung pada seberapa cepat Anda menyediakan materi yang dibutuhkan (teks, foto, logo).
Apakah harga mahal selalu berarti kualitas lebih baik?
Tidak selalu. Ada vendor dengan harga tinggi yang menghasilkan website biasa-biasa saja, dan ada agensi kecil dengan harga kompetitif yang hasilnya jauh lebih baik. Selalu evaluasi berdasarkan portofolio nyata, bukan sekadar harga atau klaim.
Apa yang harus disiapkan sebelum order jasa buat website?
Setidaknya: logo bisnis (dalam format vector jika ada), teks untuk setiap halaman (atau brief yang jelas agar vendor bisa bantu buatkan hasil yang lebih terarah), foto produk atau foto tim, dan referensi tampilan website yang Anda sukai. Intinya, setiap gambar atau foto yang ingin Anda lihat di tampilan website bisnis Anda. Makin siap Anda, makin cepat prosesnya, dan makin kecil kemungkinan ada biaya revisi tambahan.
Apakah harga bisa dinegosiasi?
Pada banyak vendor, ada ruang negosiasi, terutama kalau Anda bersedia berkomitmen untuk layanan jangka panjang, atau kalau Anda mau menyesuaikan scope. Yang tidak disarankan adalah menawar sampai di bawah harga wajar, karena biasanya kualitas atau support yang akan dikompromikan sebagai gantinya.
Kesimpulan
Harga jasa buat website di Indonesia sangat bervariasi, dan itu memang wajar karena kebutuhan setiap bisnis berbeda.
Yang paling penting bukan mencari yang termurah, tapi menemukan keseimbangan antara harga, kualitas, dan nilai jangka panjang yang Anda dapatkan. Website yang “murah” tapi harus dibangun ulang setahun kemudian jauh lebih mahal dari website yang harganya dua kali lipat tapi bertahan dan bekerja dengan baik selama bertahun-tahun.
Kalau Anda masih belum yakin berapa budget yang tepat atau apa yang paling Anda butuhkan, cara paling efisien adalah konsultasi langsung. Di Cortiva Labs, kami menyediakan konsultasi gratis, ceritakan bisnis dan kebutuhan Anda, kami bantu tentukan paket dan estimasi harga yang paling sesuai.


